Sikap Mahasiswa Dalam Pemanfaatan Program PPKM

JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 1
SIKAP MAHASISWA DALAM PEMANFAATAN PROGRAM PEMERIKSAAN
DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MAHASISWA (PPKM) BALAI
PENGOBATAN SEWU HUSADA BHAKTI PRIMA YOGYAKARTA
 Dwi Suharyanta

ABSTRACT
Background: The utility level of student healthcare program at Husada Bhakti
medical clinic Yogyakarta is not yet optimum.The researcher is aimed at knowing
and understanding the consumer’s attitude would be useful for making marketing
strategy especially to change and strengthen the consumer’s attittude to use the
exiting health service optimally.

Method: The research uses survey method with cross-sectional research setting.
The survey involves 270 students.The data is analyzed using descriptive analysis,
multiple correlation, multiple regression, and Chi Square.
Result: The result of the correlation shows that the relationship between cognitive
aspect and the utility level of the program is significant with coefficient correlation
0,379 ; P<0,01.There is relationship between affective aspect and the utility level
with coefficient correlation 0.366; P<0.01. The relationship between conative
aspect and the utility level also shows significant with coefficient correlation 0.485;
P<0,01.Subsequently, based on regression analysis, it is found that the three
variables: cognitive, affective, and conative aspects have significant relationship
with the utility level of the program with coefficient correlation(R)= 0,4412
;coefficient determinant(R2)=0,1947,F=7,7 P<0.01, and coefficient regression
partially is: cognitive (X1)=0,183, affective (X2)= 0,11, and conative
(X3)=0,265.From effective contribution,it is known that conative aspect has the
most dominant influence toward the utility level of the PPKM program.Chi-square
analysis found figure 5,42; P<0.042 meaning that there is significant difference
between the student’s attitude who live in boarding houses and the attitudeof the
students who live at their own homes. The students who live in boarding houses
show more positive attitude toward the program rather than those live at their own
homes.
Dwi Suharyanta, ST, MM, M.Kes, dosen Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKES Surya Global
Yogyakarta
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 2
Conclusion: Aspect of cognitive, affective, and conative have influence toward
utility levelof PPKM program, and conative aspect is the most influential of
all.Moreover,the student who live in boarding houses and at homes show
difference attitude toward the program.
Keywords: Attitude, Attitude Aspect, Utility
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 3

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Balai pengobatan Sewu Husada Bhakti Prima (SHBP) adalah salah
satu balai pengobatan yang menjalankan fungsi di atas, dimana pelayanan
medik yang diberikan dapat bersifat pelayanan medik dasar yang meliputi
aspek pencegahan primer (health promotion & spesific protection) dan
pencegahan sekunder yang terdiri dari cacat. Disamping pencegahan tertier
berupa rehabilitasi medik yang secara maksimal dapat dilakukan oleh
dokter umum atau dokter gigi maupun tenaga kesehatan lainnya sesuai
dengan kompetensi keahliannya.
Pelayanan medik dasar ini merupakan basis dari sistem rujukan
medik kesehatan di balai pengobatan Sewu Husada Bhakti Prima (SHBP).
Balai pengobatan ini berada di bawah naungan Yayasan Kesehatan
Rajawali Citra. Yayasan ini non pemerintah dan tidak berafiliasi dengan
parpol manapun, juga bukan merupakan organisasi yang bersifat
keagamaan. Dalam perkembangannya balai pengobatan ini melakukan
kerja sama dengan Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta beserta
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global untuk memberikan layanan
pemeliharaan kesehatan bagi mahasiswa, dosen dan karyawan dari kedua
perguruan tinggi tersebut.
Pelayanan yang diberikan oleh Balai Pengobatan ini meliputi
pelayanan poli umum, perawatan dan salon gigi, konsultasi gizi, konsultasi
kesehatan reproduksi, fisioterapi, tes laboratorium dan rawat kunjung.
Adapun jumlah rata-rata mahasiswa yang memanfaatkan pelayanan di balai
pengobatan Sewu Husada Bhakti Prima (SHBP) pada perkembangan tiap
tahunnya menunjukkan adanya kecenderungan meningkat. Hal ini dapat
dilihat dari tabel berikut :
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 4
Tabel 1. Jumlah rata-rata per hari
Mahasiswa yang menggunakan layanan SHBP
Tahun Jumlah rata-rata Mahasiswa Pasien Perhari
2002 / 2003 1,62
2003 / 2004 3,37
2004 / 2005 6,56
2005 / 2006 16,37
Sumber : Laporan Tahunan Administrasi Medis BP. SHBP
Namun demikian apabila dilihat dari prosentase jumlah mahasiswa
yang memanfaatkan layanan SHBP dibandingkan dengan jumlah
mahasiswa yang ada masih relatif kecil. Hal ini dapat dilihat dari tabel
berikut :
Tabel 2. Jumlah mahasiswa AMA dan STIKES Surya Global
Tahun Mahasiswa AMA Mahasiswa
STIKES
Total Mahasiswa
2002 /
2003
1262 0 1262
2003 /
2004
1776 668 2444
2004 /
2005
1292 1308 2600
2005 /
2006
1035 1722 2757
Sumber : Laporan Semester AMA – STIKES
Melihat kenyataan tersebut, beberapa upaya telah dilakukan oleh SHBP
dalam rangka pemberian pelayanan sekaligus sebagai rasa tanggung jawab
yang diamanahkan oleh pihak perguruan tinggi. Salah satunya adalah
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 5
peningkatan pelayanan yang diberikan SHBP kepada mahasiswa, diantaranya
meliputi : pengobatan gratis dokter atau paramedis apabila mahasiswa sakit
dengan obat tertanggung di Pusat Kesehatan Umum SHBP, gratis
pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gigi, adanya potongan biaya 10%
untuk pemeriksaan laboratorium, konsultasi bebas biaya, pemberian info
kesehatan, cek golongan darah dengan potongan 30%, dan berbagai ragam
fasilitas lainnya.
Dalam rangka optimalisasi peran SHBP untuk meningkatkan fungsi
pelayanan kesehatan dan minat mahasiswa untuk memanfaatkan jasa
layanan kesehatan SHBP tersebut, maka penulis merasa perlu untuk
mengetahui tentang sikap mahasiswa STIKES Surya Global dan AMA
Yogyakarta dalam memanfaatkan program BPKM Prima,dan pentingnya
penelitian sikap sikap bagi SHBP adalah untuk mengembangkan produk
baru, memposisikan produk sekarang,dan meramalkan preferensi seorang
konsumen terhadap suatu produk.
B. Masalah Penelitian
Dari uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahanpermasalahannya
sebagai berikut :
1. Apakah aspek pengetahuan (kognitif), perasaan (afektif) dan
kecenderungan perilaku (konatif) mempengaruhi mahasiswa dalam
memanfaatkan program PPKM Prima ?
2. Aspek manakah yang paling dominan mempengaruhi mahasiswa dalam
memanfaatkan program PPKM Prima ?
3. Adakah perbedaan sikap mahasiswa dalam memanfaatkan program
PPKM Prima, antara mahasiswa yang tinggal di rumah sendiri dan
mahasiswa yang tinggal di tempat kos?
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 6
C. Tujuan Penelitian
1. Mengidentifikasi aspek-aspek sikap yang mempengaruhi mahasiswa
dalam memanfaatkan Program PPKM Prima.
2. Menentukan aspek dominan dari sikap mahasiswa dalam memanfaatkan
Program PPKM Prima.
3. Mengidentifikasi perbedaan sikap mahasiswa dalam pemanfaatan
Program PPKM Prima antara mahasiswa yang bertempat tinggal di
rumah sendiri dan mereka yang tinggal di tempat kos.

II. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan
penelitian cross sectionial, atau menurut Abramson (1991) disebut potong
lintang, yakni hanya menunjukkan apa yang ada pada saat penelitian.
A. Populasi dan sample
Sampel diambil secara sengaja (non-probability sampling) setelah
menilai kepantasan responden (judgement sampling) dan juga
mempertimbangkan faktor kemudahan menghubungi (convinence
sampling). Hal ini dikenal dengan teknik purposive sampling.Penentuan
jumlah sampel adalah sebanyak 270 orang,
B. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumplan data dilakukan dengan survei langsung kepada
responden. Dalam hal ini responden diberitahukan mengenai latar
belakang, tujuan dan manfaat penelitian, serta cara pengisian kuesioner.
Selanjutnya kuesioner yang telah diisi dikumpulkan untuk diperiksa
kelengkapannya (kuesioner tertutup dan terbuka) dengan skala Likert
(Azwar; 1997). Kuesioner di ujicobakan dahulu kepada responden sebanyak
50 orang diluar subyek penelitian.
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 7
Sedangkan data sekunder dilakukan dengan penelusuran
dokumen yang ada di AMA Yogyakarta dan STIKES Surya Global
Yogyakarta.
C. Pengolahan dan Analisa Data
Untuk mendapatkan hasil penelitian, maka analisis data dilakukan melalui :
1. Analisis Kuantitatif Deskriptif
Yakni dilakukan pendistribusian sampel berdasar semua variabel,
perhitungan rerata dan prosentase. Pada analisis ini juga dilakukan
pembahasan karakteristik responden.
2. Analisis Kuantitatif Inferensial
Yakni dengan melakukan perhitungan koefisien korelasi untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempunyai pengaruh bermakna terhadap
pemanfaatan program PPKM Prima oleh mahasiswa AMA dan STIKES
Surya Global Yogyakarta. Selanjutnya dilakukan pula analisa regresi
bertahap untuk mengetahui faktor yang memiliki kontribusi paling
dominan terhadap pemanfaatan program PPKM Prima.
Dilakukannya uji hipotesis komparatif adalah untuk mengetahui apakah
ada perbedaan sikap mahasiswa dalam memanfaatkan Program PPKM,
antara mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah sendiri dengan
mahasiswa yang tinggal di tempat kost.

III. HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil analisis variabel kognitif diketahui bahwa tingkat
pengetahuan mahasiswa terhadap program PPKM prima relatif baik.
kenyataan tersebut tentunya tidak lepas dari upaya sosialisasi oleh Balai
Pengobatan SHBP. Hasil analisis variabel afeksi menunjukkan bahwa
mayoritas mahasiswa memiliki perasaan yang positif terhadap program
PPKM prima, dan dari analisis kecenderungan perilaku menunjukkan
frekuensi yang relatif besar mahasiswa memilki kecenderungan perilaku yang
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 8
positif. Dari hasil pengumpulan angket, diperoleh bahwa tingkat persetujuan
mahasiswa terhadap pemanfaatan program PPKM lebih berfariatif dan
cenderung menurun dibanding aspek kognitif, afektif maupun kecenderungan
perilaku.
1. Analisis Korelasi dan Regresi
Analisa korelasi dilakukan untuk mengetahui kondisi kekuatan
hubungan antara masing-masing variabel X1,X2,dan X3 dengan variabel
tergantung (Y). Dengan menggunakan rumus dari korelasi Pearson
Product Moment, diketahui bahwa variabel (X1) dengan variabel
pemanfaatan program (Y) menunjukkan hubungan yang positif dan
signifikan rxy = 0,379 ; P<0,01. Artinya bahwa semakin meningkat aspek
kognitif dari subyek akan semakin meningkat pula dalam pemanfaatan
program PPKM Prima, hal ini didukung dengan besarnya sumbangan
efektif aspek kognitif (X1) terhadap pemanfaatan program (Y) sebesar
8,07 %.
Korelasi variabel (X2) dengan variabel pemanfaatan program (Y)
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif rxy = 0,366 ; P<0,01.
Artinya bahwa semakin kuat aspek afektif (X2) dari subyek maka akan
semakin meningkat pula dalam pemanfaatan program (Y), hal ini didukung
dengan besarnya sumbangan efektif aspek afektif (X2) terhadap
pemanfaatan program (Y) sebesar 0,40% .
Korelasi instrumen variabel (X3) dengan variabel pemanfaatan
program (Y) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan
signifikan rxy = 0,485 ; P<0,01. Hal ini berarti, semakin tinggi aspek konatif
(X3) maka semakin tinggi pula dalam pemanfaatan program (Y).
Kontribusi efektif aspek konatif (X3) terhadap pemanfaatan program (Y)
sebesar 11% mendukung pernyataan tersebut.
Analisis regresi dipergunakan untuk mengetahui besarnya
pengaruh aspek-aspek sikap yang meliputi: aspek (kognitif), aspek
(afektif), dan aspek (konatif) terhadap pemanfaatan program PPKM.
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 9
Harga atau nilai koefisien regresi secara parsial antara varioabel (X1)=
0,813, variabel (X2)= 0,11 dan variabel (X3)= 0,265 terhadap
pemanfaatan program (Y). Sedangkan secara bersama-sama diperoleh
koefisien korelasi (R)=0,411,koefisien Determinasi(R2)=0,1947 dengan F
regresi 7,7 P< 0,01. Pembuktian ini menunjukkan adanya hubungan yang
positif dan signifikan antara kedua variabel prediktor dengan kriterium
tersebut, artinya semakin besar masing-masing variabel bebas maka akan
diikuti dengan semakin besar pula pengaruhnya terhadap variabel (Y).
Dengan demikian berarti secara bersama-sama ketiga variabel X1, X2,
dan X3 mempengaruhi variabel (Y) sebesar 0,1947 (R2 koefisien
determinasi). Atau aspek kognitif (X1), afektif (X2), dan konatif (X3) secara
bersama-sama mempengaruhi dalam pemanfaatan program (Y) sebesar
19,47%, sehingga ada variabel lain yang mempengaruhi diluar ketiga
variabel dimaksud sebesar 80,53 %. Dengan demikian maka hipotesis
yang menyatakan bahwa aspek kognitif, afektif dan konatif mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan program PPKM Prima
oleh mahasiswa teruji dan dapat diterima serta terbukti, baik secara
sendiri-sendiri (parsial) maupun secara bersama-sama. Mengenai hal ini,
penulis menyarankan untuk menindaklanjuti enelitian ini kepada pihak
SHBP sebagai kontribusi pemikiran agar program yang dujalankan
kedepannya lebih baik. Variabel lain diluar variabel sikap dapat berasal
dari berbagai aspek-aspek hal, maupun internal seperti dikemukakan
Anderson (1974) bahwa selain aspek sikap (predisposisi) juga ada
karakteristik lain, seperti faktor pendukung dan faktor kebutuhan, juga
layak diperhitungkan adanya variabel demografi, struktur sosial, sumber
keluarga, struktur ekonomi masyarakat dan sebagainya.
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 10
Tabel 3. Kepercayaan (X1), Perasaan (X2), dan Kecenderungan
Perilaku (X3) terhadap Pemanfaatan Program (Y)
No Variabel Koefisien
Regresi
(b)
Kontribusi
Determinasi
(R2)
Koefisien
Korelasi
(R)
Kontribusi
Efektif
(%)
1 X1, X2, X3
terhadap
Y
0,1947 0,4412
2 X1 0,379 8,070
3 X2 0,366 0,40
4 X3 0,485 11,00
Sumber : Data Primer yang diolah
Berdasarkan analisis korelasi dan regresi diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh
yang signifikan antara aspek kognitif (X1) dengan pemanfaatan program
PPKM Prima (Y) diterima, demikian halnya dengan aspek afektif (X2)
dengan pemanfaatan program juga memiliki pengaruh yang positif
sehingga hipotesis dimaksud diterima dan terbukti. Adapun untuk aspek
konatif (X3) dengan pemanfaatan program (Y) juga diterima dan terbukti.
Selain itu untuk hipotesis yang menyatakan bahwa aspek konatif (X3)
mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap pemanfaatan
program (Y), juga terbukti dan diterima, dengan kontribusi efektif sebesar
11% dan paling besar dibanding variabel bebas lainnya.
Berdasarkan hasil analisis regresi dan korelasi tersebut dapatkan
dijelaskan, bahwa suatu sikap memiliki pengaruh yang kuat dalam diri
seseorang untuk melakukan tindakan tertentu berdasarkan pada stimulus
yang mereka terima. Konsepsi teoritis yang telah diuraikan sebelumnya
seperti pendapat Hosland,1953 cit Notoatmodjo, 2003 lebih memperkuat
pendapat diatas, dimana ia menyatakan bahwa perubahan perilaku pada
hakekatnya adalah sama dengan proses belajar. Dalam pengertian ini
individu menerima stimulus sebagai perhatian, stimulus kemudian diolah
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 11
menjadi kesediaan untuk bertindak (bersikap). Akhirnya dengan
dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan, maka stimulus
tersebut mempunyai efek tindakan (perubahan perilaku). Dari berbagai
riset yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penentu (determinan)
penggunaan pelayanan kesehatan telah menghasilkan berbagai model,
dimana salah satu model yamg dikembangkan adalah model sosialpsikologis
,dalam hal mana tipe variabel-variabel yang dipakai adalah
ukuran dari sikap dan keyakinan. Karakteristik predisposisi (sikap) juga
menjelaskan fakta bahwa tiap individu memiliki kecenderungan untuk
menggunakan pelayanan kesehatan yang berbeda-beda (Anderson,
1979). Fakta ini juga untuk menjelaskan pembuktian hipotesis tentang
faktor kecenderungan perilaku (X3) sebagai faktor dominan yang paling
berpengaruh terhadap pemanfaatan program PPKM Prima oleh
mahasiswa (Y).
Asumsi tentang determinan kecenderungan perilaku tersebut
dibanding aspek lainnya seperti kognitif dan afektif kiranya dapat
dipahami, mengingat kecenderungan perilaku adalah sebagai kumpulan
dari informasi yang telah diendapkan dalam proses penerimaan,
penilaian, kepercayaan, keterlibatan emosi/perasaan, keyakinan dan
persepsi, atau sebagai refleksi dari berbagai gejala kejiwaan yang belum
diaktualisasikan meskipun telah ada proses pengambilan keputusan.
Dengan pemahaman tersebut, maka perilaku pemanfaatan program
PPKM Prima dalam pelayanan kesehatan yang ditawarkan kepada
mahasiswa adalah memfasilitasi dari pengorganisasian proses-proses
psikologi oleh mahasiswa yang memberikan predisposisi untuk
melakukan responsi menurut cara tertentu terhadap suatu obyek, yang
dalam konteks ini adalah lingkup pelayanan kesehatan.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa perilaku
pemanfaatan sangat ditentukan oleh faktor sikap dimana aspek
kecenderungan perilaku berfungsi secara dominan dibanding aspek
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 12
lainnya.Karena perilaku sendiri merupakan konsepsi yang tidak
sederhana, maka tentunya dalam bersikap seseorang sangat dipengaruhi
oleh faktor eksternal lingkungannya, sehingga perilaku dapat dipandang
sebagai variabel pencampur (intervening variable) yakni mencampuri atau
mempengaruhi subyek (mahasiswa) terhadap stimulus.
2. Analisis Chi Square
Seperti telah diuraikan sebelumnya, bahwa uji Chi Square
merupakan metode non parameterik yang digunakan untuk menguji ada
tidaknya perbedaan lebih dari dua proparsi (Atmaja, 1977), sekaligus
sebagai uji hipotesis terhadap ada atau tidaknya perbedaan sikap
mahasiswa berdasarkan tempat tinggal.
Dari uji analisis Chi Square diperoleh data bahwa antara sikap de
facto (hasil observasi ) dan sikap ideal ( secara reoritis ) dengan tinjauan
dari kelompok mahasiswa yang berdomisili dirumah sendiri dengan
mahasiswa yang berdomisili ditempat kost menunjukkan adanya
perbedaan atau pengaruh yang signifikan dengan Chi Square 5,92 ;
P<0,042. Ini artinya pada kedua kelompok tersebut menunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan ( P<0,05 ) dalam sikapnya terhadap
pemanfaatan program PPKM Prima.
Pada kelompok mahasiswa yang bertempat tinggal di kost memiliki
sikap yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok lainnya, yakni
mereka yang bertempat tinggal di rumah sendiri. Secara lebih rinci dapat
dijelaskan bahwa, tingkat kognitif (X1) atau kepercayaan terhadap
Program PPKM Prima untuk mahasiswa kost lebih baik (32,3%) dibanding
kelompok mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah sendiri yakni,
(23,3%). Sementara untuk perbedaan tingkat afeksi (X2) atau perasaan
bagi mahasiswa kost adalah sebanyak (45,2%) menyatakan
persetujuannya dan sangat setuju terhadap Program PPKM Prima,
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 13
sedangkan (27,4%) lainnya adalah kelompok mahasiswa yang bertempat
tinggal di rumah sendiri.
Adapun untuk tingkat konasi (X3) atau kecenderungan perilaku
menunjukkan bahwa, sebanyak (42,2%) mahasiswa kost menyatakan
persetujuannya dan sangat setuju terhadap Program PPKM Prima,
sementara sisanya (31,1%) adalah kelompok mahasiswa yang bertempat
tinggal di rumah sendiri. Dengan demikian dapat dinyatakan kelompok
mahasiswa kost memiliki respons yang jauh lebih baik dibanding
kelompok mahasiswa ke dua, yakni mereka yang berdomisili di rumah
sendiri dalam hal sikapnya terhadap pemanfatan Program PPKM Prima,
baik yang menyangkut aspek kognisi, afeksi, maupun konasi.
Dari hasil perhitungan lain dengan menggunakan Mann Whitney
Test diperoleh hasil, bahwa dari uji perbedaan sikap pada mahasiswa
yang bertempat tinggal di rumah sendiri menunjukkan perbedaan yang
signifikan dengan Z= -2,036 ; P <0,042. Hal ini dapat dilihat dari mean
kelompok mahasiswa kost sebesar 143,83 sedangkan kelompok
mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah sendiri sebanyak 124,28
dengan selisih 19,55. Dari hasil perhitungan masing-masing skor dapat
pula dijelaskan bahwa untuk tingkat kognisi (X1)dari kedua kelompok
mahasiswa tersebut menunjukkan skor observed (5) dan skor expected
(5,5),sementara untuk tingkat afeksi (X2) skor observed (5,2) dan
expected (6,4) dan untuk tingkat konasi (X3) skor observed (6,9)
sementara skor expected (7,1). Artinya sikap yang ditunjukkan oleh ke dua
kelompok mahasiswa tersebut masih dibawah skor yang diharapkan.
Mencermati uraian diatas dapatlah dinyatakan, meskipun sikap
seseorang terhadap suatu obyek yang dimanifestasikan dalam bentuk
perilaku merupakan bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus dari luar,
namun dalam memberikan respon sangat tergantung pada karakteristik
atau faktor-faktor lain dari individu bersangkutan. Hal ini berarti sekalipun
stimulus sama bagi beberapa orang, namun respon tiap-tiap orang
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 14
berbeda. Faktor yang membedakan respon terhadap stimulus menjadi
berbeda ini dikenal dengan determinan perilaku ( Bloom, 1908 cit
Notoatmodjo, 2003) Determinan perilaku ini dapat dibedakan atas dua
faktor yang antara lain meliputi :
1. Faktor internal, yakni karakteristik orang yang bersangkutan yang
bersifat given atau bawaan. Misalnya tingkat kecerdasan, emosional,
jenis kelamin, dan sebagainya.
2. Faktor eksternal, yakni lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi,
politik, dan sebagainya.
Untuk kasus diatas, mahasiswa yang bertempat tinggal dikost,
pembentukan sukap mereka sedikit banyak secara sosial dipengaruhi oleh
kelompok keanggotaan dan kelompok acuan. Kelompok yang pertama
adalah kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap individu
bersangkutan, kelompok dimaksud seperti, teman kost, rekan kuliah, atau
organisasi dimana mereka berinteraksi dan bersoaialisasi. Hal ini
dimungkinkan karena interaksi dengan keluarga tidak dapat dilakukan
secara intens.
Sementara pada kelompok kedua, atau kelompok acuan berperan
sebagai acuan langsung maupun tidak langsung dalam membentuk sikap.
Pada jenis kelompok ini ada pemuka pendapat, yakni seseorang yang
karena ketrampilannya, pengetahuan, kepribadian, ataupun karakteristik
lainnya yang spesial memberikan pengaruh pada orang lain.
edangkan bagi mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah sendiri
faktor keluarga dapat sangat mempengaruhi dalam pembentukan sikap,
karena keluarga adalah organisasi paling kecil yang secara inens saling
berinteraksi antar sesama anggotanya. Meskipun demikian aspek
kelompok dan keluarga ini tidaklan mutlak sifatnya dalam mempengaruhi
perbedaan sikap mahasiswa dalam pemanfaatan program, karena bisa
saja mahasiswa yang bertempat tinggal di rumah sendiri sekaligus juga
bergabung dalam suatu group atau kelompok tertentu, tetapi keduanya
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 15
secara minimal dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan sikap
mahasiswa.
Dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa baik kepercayaan,
perasaan dan kecenderungan perilaku mahsiswa terhadap pemanfaatan
program dapat dikatakan belum optimal, kodisi demikian kemungkinan
masih kurangnya pemahaman subyek terhadap pola hidup sehat. Oleh
sebab itu perlu adanya upaya yang berkala untuk menstimulan subyek
agar meningkat kesadarannya untuk melakukan pola hidup sehat,
disamping upaya peningkatan persepsi terhadap aspek pelayanan
kesehatan secara sungguh-sungguh. Hal ini mutlak perlu, mengingat
perilaku seseorang sangat ditentukan oleh stimulus yang didapat, baik
yang bersifat tetap (eleciting stimulation) maupun yang bersifat dinamis
(instrumenta respons) atau reinfarcing stimulation (Skiner, 1938 cit
Notoatmodjo, 2003).
Dari berbagai penelitian membuktikanbahwa perilaku yang didasari
oleh pengetahuan (kognitif) akan lebih langgeng dari pada perilau yang
tidak didasari oleh pengetahuan (Roger, 1974 cit Notoatmodjo, 2003).
Dengan demikian layak dipetimbangkan untuk mengupayakan usahausaha
penyadaran (awareness) tentang arti pentingnya kesehatan untuk
mahasiswa dengan program pelayanan kesehatan secara berlanjut,
sehingga subyek/ mahasiswa mengetahui stimulus (obyek) terlebih
dahulu, kemudian muncul interest, evaluation, trial dan adoption atau
berperilaku sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya
terhadap stimulus (Roger, 1974 cit Notoatmodjo, 2003).
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, maka dari hasil penelitian
dan uji analisis yang telah dibahas dapatlah diambil beberapa kesimpulan,
sebagai berikut :
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 16
1. Aspek kognitif (X1), aspek afektif (X2), dan aspek konatif (X3) berpengaruh
terhadap pemenfaatan program PPKM Prima (Y).
2. Aspek konatif mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap
pemanfaatan Program PPKM Prima.Artinya aspek konatif adalah pemberi
kontribusi terbesar terhadap variabel Y sebesar 11%, terbesar diantara
variabel bebas lainnya.
3. Ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang tinggal di rumah
sendiri dengan mahasiswa kost, dimana sikap mahasiswa yang tinggal di
kost cenderung lebih baik dalam hal pemanfaatan program PPKM Prima
dibanding mahasiswa Yang tinggal di rumah sendiri. Pewrbedaannya
terletak pada masing-masing aspek sikap antara kelompok mahasiswa
kost dan kelompok mahasiswa tinggal di rumah sendiri.
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 17
DAFTAR PUSTAKA
Andaleeb, S.A. (2000) Public and Private Haspi Laab in Bangladesh : Service
Quality and Predictors of Hospital Choice, Health Policy and Planning, March.
Atmadja, LS, 1977, Memahami Statistika Bisnis, Ed 1, Cet 1. Andi Offset,
Yogyakarta.
Azwar, S, 1997, Reliabilitas dan Validitas, Ed.3. Cet.1. Pustaka Pelajar Offset,
Yogyakarta.
Bailay, W, and Philips, 1990, Spatial Pattern of Use of Health Services in the
Kingston Metropolitan, Area, Jamaila. Soc.SCI.Med.
Best, Rogers,J. 2000. Market Based Management Strategis for Growing
Customer Value an Profitability, Prentice Hall, Inc.
Budiana, 1998, Tentang Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal Sebagai
Masukan Guna Pengembangan RSU Puri Raharja Yogyakarta. Tesis,
Program Pasca Sarjana UGM.
Combs and Suygg, 1959. Individual Behavior, New York, Evanston and
London: Harper and Cow Publisher.
Dharmesta, B.S. 1993. Perilaku Berbelanja Konsumen Era 90-an dan Strategi
Pemasaran, JEBL.
Sugito D. 2000, Peran Rumah Sakit Dalam Kesehatan dan Keselamatan
Kerja, Dirjen Pelayanan Medis Kesehatan RI, Jakarta.
Engel, F, James, Blackwell R. D., Paul W, Miniard, Consumer Behavior 8th,
Edition 2001, Dryden Press, Harcout Brace College Publisher.
Glenz, Karen.1990, Health Behavior and Health Education, Theory Research
and Prctice.
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 18
Hays, SM, Hearns, RA, and Moran, W, 1990, Spathal Patherns of Attendance
at General Praticiones Services, Soc, SCI, Med.7 : 773 – 781.
Hurriyati, R. 2005, Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen, Alfabeta,
Bandung.
Koamesah ,1997, Tentang Hubungan antara Sikap Staf Struktural dan
Kepatuhan Atas Standar Kerja di RS Umum Daerah Prof.Dr.W.Z.Johanes,
Kupang, Tesis, Program Pasca Sarjana UGM.
, Pengantar Perilaku Kesehatan, Jakarta, Jurusan PKIP
FKM-UI.
Kotler, PHJ, 1997, Dasar-dasar Pemasaran, Jilid 1, Fd.7. PT. Prehallindo,
Jakarta.
, Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan dan
Pengendalian, Jilid 1, Ed.9. PT. Prehallindo, Jakarta.
, Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid I, Ed.3. Erlangga. Jakarta.
Kurtz, L. Kenneth D., E. Clow, 1998, Service Marketing, John Willey and
Sons, New York.
Loudon, D.L,Della Bitta, A.J. 1993, Consumer Behavior Conceps and
Aplication, Fout Edition, New York, Mc. Ceraw Hill.
Mowen, J.C. Dud Minor, M, 2003, Consumer Behavior, Six Edition, New
Jersey, Prentice Hall.
Notoatmodjo, Sukidjo, 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, PT. Rineka
Cipta. Jakart
Singarimbun, Masri, 1991, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta.
Sidik,1993, Tentang Analisis Sikap Pejabat Struktural dalam Mematuhi
Pedoman Kerja RS di RS.Muwardi Surakarta. Tesis, Program Pasca Sarjana
UGM.
JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com 19
Suryani , 1998, Tentang Sikap Wisatawan Asing terhadap Pelayanan
Kesehatan di Bali,tesis, Program Pasca Sarjana UGM.
Suygg and Combs, 1959. Individual Behavior, New York. E. Vanston and
London : Harper and Cow Publiser
Tjiptono, F, 2005, Pemasaranan Jasa, Ed I, Banyu Media Publishing, Malang,
Jawa Timur.
Trisnantoro, L., 2005, Aspek Strategis Manajemen Rumah Sakit : Antara Misi
Sosial dan Tekanan Pasar, Andi Offset, Yogyakarta.
Zethaml, A. and Bitner M., 2000, Service Marketing, Mc Graw Hill, New
Jersey.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s