Pengaruh Peran Serta Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi Proses Persalinan

PENGARUH PERAN SERTA SUAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN
IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN
DI DESA JEPAT LOR KECAMATAN TAYU
KABUPATEN PATI 2007

Oleh : Sri Yuni Tursilowati dan Eka Sulistyorini

ABSTRACT
Backgrround : A marriage not yet complete without attendance of a child, so that the spouse
will be non-stop to try to get a child. Wiknjosastro (1994), having a notion that feeling pain in
bone in bearing always become a talking point since former, hence a lot of mother which face
on pregnancy and bearing with feeling fear and worry.

This research aim is to know how big
influence of husband role to level dread of pregnant mother in face of process of bearing in
Village of Jepat lor, Sub district of Tayu, Regency of Pati. Subject of this research are
pregnant mother and her husband.
Methods : Participation of husband since the early of pregnancy will facilitate the couple in
experiencing and overcoming various changes that happened at body as effect of attendance
of dinky human in stomach. Even, with husband participation from the early pregnancy until
the bearing time arrive can lessen fear and dread of mother in face of bearing, it is very
determined by how big his role and participation in pregnancy period and attention of husband
in trimester I until trimester III. Level of this dread is laid open using ASS dread scale in face
of bearing process. Type of this research is a correlation descriptive quantitative research.
Result : From regression analyzes result is found that there are influence which very
significant between husband participation to level dread of pregnant mother in face of bearing
process. Table 4.11 explained that F count > F table ( 9.036 > 6.24) significant with 0.006 0.249 significant by 0,006 < 0,001 so that inferential that there is influence
between husband participation to the level dread of pregnant mother in face of bearing
process in Village of Jepat Lor, hence this hypothesis is proven
Keywords: Husband Participation and Level Dread of Pregnant Mother in Face of Bearing
Proces
1
Staf pengajar STIKES Surya Global Yogyakarta
Alumnus Ilmu Keperawatan STIKES Surya Global YogyakartaJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Masa kehamilan dan persalinan pada manusia menjadi fokus perhatian
yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Diskripsi mengenai ibu hamil
dan ibu yang akan bersalin dilindungi secara adat, religi, peran keluarga,
peran suami dan moral kesusilaan. Seorang wanita hamil biasanya
mengalami perasaan ambivalen yaitu perasaan yang bersifat positif dan
negatif terhadap kehadiran bayi. Perasaan positif berupa kebahagiaan yang
diekspresikan secara bebas dan tidak menimbulkan perasaan bersalah.
Perasaan negatif kurang dapat diekspresikan secara bebas karena kadang
perasaan tidak disadari. Perasan negatif meliputi rasa cemas, akan sakit yang
ditimbulkan pada saat persalinan tiba. Untuk mengurangi rasa kecemasan
dan rasa takut adalah merupakan tanggung jawab dari seorang suami
khususnya ibu hamil itu sendiri.
Rasa cemas itu ditandai dengan rasa ketakutan yang difus tidak
menyenangkan dan samar-samar. Sering kali disertai keadaan otomotik
seperti nyeri kepala, berkeringat, dan ketakutan bahkan cemas (Harold Kapler
1997).
Angka kematian ibu (AKI) melahirkan yang terjadi pada saat kehamilan
maupun persalinan, 42 hari pasca persalinan di Indonesia masih tinggi,
bahkan jumlahnya makin meningkat. Departemen Kesehatan mengklaim
pada tahun 2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Besaran ini
merupakan tingkatan yang tinggi setelah Laos, Kamboja dan Miyanmar,
permasalahan itu merupakan permasalahan yang amat besar yang
berdampak pada kualitas SDM di Indonesia. Salah satu penyebab tingginya
AKI di Indonesia adalah kurangnya perhatian dari keluarga dan khususnya
peran serta suami dalam proses selama kehamilan. Padahal peran suami
sangat berperan untuk membantu menenangkan kondisi fisik maupun psikis
seorang istri (Imam 2005).
Problem peran suami pada saat istri hamil adalah : Pertama,
menyediakan makan bagi ibu hamil dengan kandungan gizi yang cukup dan
kesiapannya untuk selalu mengingatkan serta memotivasi dalam
mengkonsumsi nutrisi yang cukup. Kedua, suami perlu mempersiapkan danaJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
ekstra yang tidak sedikit, baik untuk keperluan saat kehamilan maupun saat
persalinan tiba, terlebih apabila kelak dibutuhkan tindakan operasi. Ketiga,
suami juga harus mengingatkan kepada ibu hamil untuk beristirahat dengan
cukup, sehingga suami harus melakukan semua kegiatan yang biasa
dilakukan oleh istri, atau apabila istri tidak dapat melayani kebutuhan dengan
baik seperti biasanya suami bisa memakluminya. Sehubungan dengan hal
tersebut, istri masih mempunyai hak untuk diberi nafkah oleh suami secara
penuh, dihormati, dibantu termasuk untuk disayangi dan dikasih sayangi. Hal
ini tentunya memberatkan suami sebagai kepala keluarga yang harus
berperan ganda.
Studi pendahuluan yang dilakukan memperoleh informasi dari para
kader desa dan data posyandu-posyandu didesa Jepat Lor terdapat 26
responden yang masa kehamilannya pada trimester II, trimester III dan 42
hari pasca persalinan. Sedangkan data AKI (Angka Kematian Ibu melahirkan)
yang terjadi pada saat kehamilan maupun persalinan, 42 hari pasca
persalinan di Desa Jepat Lor masih tinggi. Data kematian ibu dan bayi pada
saat kelahiran tahun 2006 sebesar 3 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu
penyebab dari adanya kematian di Desa Jepat Lor adalah dengan adanya
komplikasi kehamilan, kurang berperannya suami dan perhatian diawal
kehamilan sampai dengan persalinan istri, serta disebabkan oleh adanya
keterlambatan untuk mendapatkan pusat pelayanan yang memadai.
Berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan pula dari para kader
posyandu bahwa ibu hamil yang dalam trimester II, III mereka mengalami
kecemasan, ketakutan dalam menghadapi proses persalinan, tetapi sebagian
ibu hamil merasa tenang dan aman karena adanya perhatian dan dukungan
dari suami dari awal kehamilan sampai persalinan, bahkan yang 42 hari
pasca persalinan juga masih mengalami kecemasan, tetapi dengan adanya
perhatian yang lebih dari suami sering tidak disadari, padahal hal ini sangat
diperlukan karena dapat mengurangi kecemasan dan dapat membuat ibu
hamil tenang dalam menghadapi persalinan..
Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik meneliti mengenai
Pengaruh Peran Serta Suami terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil dalam
Menghadapi Proses Persalinan di Desa Jepat Lor Kecamatan Tayu
Kabupaten Pati . Sedangkan rumusan masalahnya adalah "Apakah adaJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
pengaruh peran serta suami terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam
menghadapi proses persalinan di desa Jepat lor Kecamatan Tayu Kabupaten
Pati? "
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan permasalahan yang ada, tujuan umum
penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh peran serta
suami terhadap kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan di
Desa Jepat Lor Kecamatan Tayu Kabupaten Pati. Sedangkan tujuan
khususnya adalah : pertama, untuk mengetahui peran serta suami dalam
menghadapi proses persalinan di Desa Jepat Lor Kecamatan Tayu
Kabupaten Pati. Kedua, untuk mengetahui kecemasan ibu hamil pada saat
menghadapi proses persalinan. Ketiga, untuk mengetahui pengaruh peran
serta suami dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses
persalinan.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis Penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif Korelasional.
Sedangkan rancangan Penelitiannya adalah Cross Sectional.
Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian dilakukan di Desa Jepat Lor Kecamatan Tayu, Kabupaten
Pati dimulai pada tanggal 01 Mei sampai dengan 01 juni 2007.
Populasi dan Sampel
Populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasinya adalah
semua ibu hamil yang ada Desa Jepat Lor pada periode 01 Mei sampai 01
Juni 2007 sebanyak 26 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu
sampling jenuh dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Berdasarkan studi pendahuluan penulis menetapkan kurun waktu 1 bulan dan
didapat 26 subyek penelitian, dengan kriteria sebagai berikut : Ibu hamil yangJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
masa kehamilan trimester II, Ibu hamil yang masa kehamilan trimester III, dan
Ibu-ibu 42 hari pasca persalinan.
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
Pertama, Kuisioner , menggunakan daftar pertanyaan untuk dijawab oleh
responden secara tertulis melalui lembar kuisioner. Kuisioner disampaikan
secara langsung kepada responden. Kedua, dokumentasi diperoleh dari
dokumen desa yang bersangkutan. Ketiga , lembar wawancara dengan cara
mewawancarai langsung pada pihak yang bersangkutan.
Metode Pengumpulan Data
Peneliti meminta persetujuan responden (ibu hamil, suami) untuk
menandatangani persetujuan menjadi subyek Informend Concent. Setelah
responden menandatangani informend concet. Segera diberikan kuisioner 1
yang berisi daftar pertanyaan tentang identitas responden ibu hamil dan
suami. Ibu hamil yang pada trimester dua bukan termasuk dalam subyek
penelitian.Setelah mengisi kuesioner 1, responden diminta untuk mengisi
kuesioner II, yaitu kuesioner skala kebohongan L-mimpi / Lie Multiple Phasis
Inventory untuk menguji kejujuran responden. Setelah mengisi kuesioner II,
responden diminta untuk mengisi kuesioner III, yaitu AAS / Anxiety Analog
Stale, untuk mengukur kecemasan responden yang dikelompokkan menjadi
beberapa golongan yaitu:
Skor < 50 = Tidak ada kecemasan
Skor 150 – 199 = Kecemasan ringan
Skor 200 – 299 = Kecemasan sedang
Skor 300 – 399 = Kecemasan berat
Skor 400 = Panik
Untuk kuisioner IV diisi oleh suami yaitu untuk mengetahui pengaruh
peran serta suami. Untuk mengukurnya digunakan beberapa kategori yaitu
yang dijelaskan oleh Arikunto 2003 yaitu
81% – 100% = Sangat Berperan
61% – 80% = Berperan
41% – 60% = Cukup BerperanJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
21% – 40% = Kurang Berperan
F tabel (9,039 > 6,24) dengan
probability (signifikan) 0,006 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho
ditolak. Hasil hipotesis ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara peran
serta suami terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses
persalinan di Desa Jepat Lor.
Peran serta suami memiliki pengaruh yang sangat bermakna terhadap
tingkat kecemasan yang cukup tinggi yaitu 0,523. Kemaknaan (signifikasi) ini
menunjukkan hasil uji F pada taraf kepercayaan 5% dengan nilai p = 0,006 <
0,05 dan taraf kepercayaan 1% .Hal ini menunjukkan bahwa persamaan
regresi linier tersebut nyata ada (signifikan) dengan peran serta suami
terhadap kecemasan adalah 0,274 hal ini memberi arti bahwa peran serta
suami mempengaruhi kecemasan sebesar 27,4%
Pembahasan
Karakteristik responden berdasarkan usia kehamilan yang paling
dominan berada pada usia 21 sampai 30 tahun yaitu 23 responden (88.47%)
Hal ini menunjukkan bahwa usia 20 sampai 30 tahun merupakan waktu yang
baik untuk seorang wanita hamil karena pada usia tersebut resiko kematian
ibu maupun janin sedikit, sedangkan dengan wanita yang berusia 30 ke atas
mereka memiliki resiko yang sangat tinggi dengan kehamilannya. Sehingga
pada usia 20-30 bila terjadi pembuahan endometrium siap menerima hasil
pembuahan tadi (akan tertanam disitu). Seteleh terjadi ovulasi (keluarnya sel
telur yang sudah matang), kelenjar hipofisis mengeluarkan LH (luteining
hormon) yaitu hormon kuning telur yang mengubah sel telur matang menjadi
badan kuning (korpus luteum). Dengan tetap dibuahi LH, badan kuning
mengeluarkan hormon progesteron yang tugasnya menyiapkan indometrium
agar lebih siap lagi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kehamilan
sekaligus menjaga kehamilan itu sendiri, hormon hipofisis ini pada usia 20-30
juga telah akan memudahkan pada saat persalinan akan melepaskan horman
oksitoksin yang membantu merangsang rahim untuk berkontraksi sehingga
janin bisa lahir (Iman, 2005).
Ibu hamil yang ada di Desa Jepat Lor berada pada usia kehamilan
4-6 bulan (30,76%), 7-9 bulan (23,08%), pasca persalinan (46,16%). Hal ini
sesuai dengan studi pendahuluan yang peneliti lakukan yaitu usia kehamilanJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
pada trimester II, trimester III, dan 42 hari pasca persalinan. Kehamilan
merupakan peristiwa yang alamiah dan fase hidup yang paling istimewa
dalam sebuah perkawinan, tapi semua ini tergantung bagaimana cara
memandangnya. Jika calon ibu belum merasa siap untuk hamil dan menerima
kehadiran seorang anak dalam kehidupannya, maka kehamilan yang secara
fisik sudah berat bagi seorang wanita, terasa semakin berat. Kehamilan
merupakan suatu keadaan yang sangat tidak menyenangkan karena bukan
tidak mungkin tejadi “penolakan” seorang calon ibu terhadap kehamilannya
tercetus dalam ketidakstabilan emosi yang berlebihan, seperti perasaan dan
suasana hati yang yang tidak menentu sepanjang kehamilan. Kehamilan
sebagai proses yang alamiah tetapi juga membawa resiko yang tidak sedikit
sering dianggap sebagai pencetus rasa cemas yang berlebihan (Inta, 2006)
Peran serta suami berada pada kategori cukup berperan dengan
presentasi (46,15%) (tabel 3 ). Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan
bahwa dengan adanya keterlibatan para suami sejak awal kehamilan sampai
dengan persalinan akan mengurangi rasa takut ibu hamil dan dapat
mempermudah dalam proses persalinan, serta ibu hamil dapat mengatasi
dengan adanya perubahan tubuh dengan adanya sesosok manusia mungil di
dalam perut, keberhasilan seorang ibu dalam masa kehamilan sampai
dengan proses persalinan dapat dilihat dari seberapa besar perhatian dan
dukungan yang diberikan kepada ibu hamil sehingga dapat mengurangi
kecemasan, rasa takut, dan juga dapat mengurangi rasa nyeri pada saat
persalinan (Imam, 2005).
Keterlibatan para suami sejak awal kehamilan sudah pasti akan
mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi
berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh akibat hadirnya sesosok mungil
di dalam perut. Bahkan dengan adanya peran serta suami dalam masa
kehamilan merupakan sebuah keberhasilan seorang istri dalam masa
kehamilan sampai dengan persalinan tidak lepas dari perhatian dari seorang
suami. Suami harus perlu bersiaga untuk mempersiapkan dana yang ekstra
baik untuk saat kehamilan maupun saat pesalinan tiba. Suami sangat
berperan untuk mengurangi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses
persalinan, ibu hamil perlu diingatkan dan diberi kesempatan untuk
beristirahat dengan cukup, sehingga suami pada saat ini harus berlapangJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
dada apabila suami harus melakukan kegiatan yang biasa dilakukan oleh
istrti. Perubahan emosi selama hamil bukan hanya “monopoli” calon ibu saja,
tapi ayah pun dapat mengalami perasaan yang tidak berbeda jauh dengan
yang dirasakan ibu hamil. Untuk mengatasi hal-hal ini sebaiknya calon
ayah/suami maupun ibu hamil harus saling berbagi perasaan ketika mulai
dihantui oleh perasaan cemas. Keterbukaan dalam menghadapi saat-saat
menggembirakan akan mempermudah ibu hamil dalam mengatasi kehamilan
dan persalinannya.
Semua responden mengalami kecemasan pada rentang tidak ada
kecemasan sampai cemas berat, dan yang terbanyak adalah kecemasan
yang ringan (53,85 %) (tabel 4). Karakteristik ini sesuai dengan teori yang
menjelaskan bahwa persalinan adalah stressor yang dapat membangkitkan
kecemasan karena merupakan ancaman potensial maupun aktual pada
integritas seseorang (Long, 1999), keadaan kecemasan pada fase satu dan
dua yang tidak teratasi sedangkan stresor tetap saja berlanjut, Ibu hamil akan
jatuh kedalam kecemasan pada fase tiga. Berbeda dengan gejala-gejala yang
terlibat pada fase satu dan dua yang mudah diidentifikasi kaitannya dengan
stres, gejala kecemasan pada fase tiga umumnya berupa perubahan dalam
tingkah laku dan umumnya tidak mudah terlihat kaitannya dengan stress.
Pada fase tiga dapat terlihat gejala seperti: intolerasi dengan rangsang
sensoris, kehilangan kemampuan toleransi terhadap sesuatu yang
sebelumnya telah mampu ia tolerir, gangguan reaksi terhadap sesuatu yang
sepintas terlihat sebagai gangguan kepribadian (Asdie, 1998).
Berkaitan dengan perasaan takut mati yang ada pada saat
melahirkan bayi adapula yang dikenal dengan “Trauma Kelahiran”. Trauma
kelahiran yang dialami oleh ibu hamil di Desa Jepat Lor yaitu berupa
ketakutan berpisah dengan bayinya, ketakutan berpisah ini ada kalanya
menghinggapi seorang yang merasa amat takut apabila bayinya akan
berpisah dengan dirinya (ibu), dengan adanya perasaan tersebut seolah-olah
ibu tersebut tidak mampu menjamin keselamatan bayinya, setelah bayi
tersebut ada di luar rahim, trauma genital tersebut tampak dalam bentuk
ketakutan untuk melahirkan bayi.
Kecemasan dalam mengadapi persalinan bisa diperkuat oleh sebabsebab kongkrit lainya misalnya: Cemas jika bayi lahir cacat, atau lahir dalamJURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
kondisi patologis, cemas kalau bayi akan bernasib buruk yang disebabkan
oleh dosa-dosa dirinya dimasa yang silam. Koefisien regresi linear dapat
memprediksi perubahan variabel terikat (kecemasan) untuk setiap perubahan
variabel bebas (peran serta suami).
Hasil hipotesis ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara peran
serta suami terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses
persalinan di Desa Jepat Lor. Peran serta suami memiliki korelasi (hubungan)
yang sangat bermakna terhadap tingkat kecemasan yang cukup tinggi yaitu
0,523. Kemaknaan (signifikasi) ini menunjukkan hasil uji F pada taraf
kepercayaan 5% dengan nilai p = 0,006 < 0,05 dan taraf kepercayaan 1%
dengan nilai p = 0,006 < 0,01. Hasil uji F pada taraf kesalahan 5% nilai p =
0,006 < 0,05dan taraf kesalahan 1% p = 0,006 F tabel dengan probability (signifikan) 0,006 0,249) dengan probability (signifikan)0.006< 0,001
maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hasil hipotesis ini menunjukkan
bahwa ada pengaruh antara peran serta suami terhadap tingkat kecemasan
ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan di Desa Jepat Lor.
Peran serta suami memiliki korelasi (hubungan) yang sangat
bermakna terhadap tingkat kecemasan yang cukup tinggi yaitu 0,523.
Kemaknaan (signifikasi) ini menunjukkan hasil uji F pada taraf kepercayaan
5% dengan nilai p = 0,006 < 0,05 dan taraf kepercayaan 1% dengan nilai p =
0,006 < 0,01. Hasil uji F pada taraf kesalahan 5% nilai p = 0,006 < 0,05dan
taraf kesalahan 1% p = 0,006 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa persamaan
regresi linier tersebut nyata ada (signifikan) dengan peran serta suami
terhadap kecemasan adalah 0,274 hal ini memberi arti bahwa peran serta
suami mempengaruhi kecemasan sebesar 27,4% . Berikut ini ditampilkan
tabulasi data peneltian dari tabel 1 sampai dengan :
Tabel 1. Karakteristik subyek penelitian. Berdasarkan umur dan pendidikan
pada ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan di Desa Jepat
Lor periode 1 Mei sampai 1 Juni 2007
Karakteristik Jumlah (n) %
Umur (tahun)
10 – 20 2 7,70
21 – 30 23 88,47
31 – 40 1 3,84
Total 26 100
Pendidikan
SD 3 11,54
SMP 11 42,30
SMA 7 26,93
Sarjana 5 19,23
Total 26 100
Sumber: Data primer yang diolah, tahun 2007JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
Tabel 2. Karakteristik subyek penelitian. Berdasarkan Usia Kehamilan dan
Status Pekerjaan dalam Menghadapi Proses Persalinan di Desa
Jepat Lor pada periode 1 Mei sampai 1 juni 2007
Karakteristik Jumlah %
Usia kehamilan (bulan)
4-6 8 30,76
7-9 6 23,08
42 hari pasca persalinan 12 46,16
Total 26 100
Status pekerjaan :
Tidak bekerja 0 0
Buruh/Tani 11 42,30
Swasta 10 38,47
PNS 5 19,23
Total 26 100
Sumber: Data Primer yang diolah, tahun 2007
Tabel 3. Peran Serta Suami dalam menghadapi proses persalinan
Peran Serta Suami Jumlah %
Kurang Berperan 8 30,77
Cukup Berperan 12 46,15
Berperan 6 23,08
Total 26 100
Sumber: Data Primer yang diolah, tahun 2007
Tabel 4. Rentang kecemasan yang dialami ibu hamil pada saat proses
persalinan di Desa Jepat Lor Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati
Pada periode 1 mei sampai dengan 1 juni 2007.
Rentang Kecemasan Jumlah %
Rentang kecemasan (skor AAS)
Tidak ada kecemasan 100-149 7 26,93
Cemas ringan 150-199 14 53,85
Cemas sedang 200-299 4 15,53
Cemas berat 300-399 1 3,84
Total 26 100
Sumber: Data Primer, tahun 2007
Tabel 5. Peran serta suami dan tingkat kecemasan pada ibu hamil dalam
menghadapi proses persalinan di Desa Jepat Lor periode 1 Mei
sampai 1 juni 2007.JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
Peran serta suami
Tingkat kecemasan
Tdk ada
kecemasan
Cemas
ringan
Cemas
sedang
Cemas
berat
∑ %
21-40 – 3 – – 3 11,54
41-60 2 3 – – 5 19,23
60-80 3 10 4 1 18 69,23
Jumlah 5 16 4 1 26 100
Sumber: Data Primer, tahun 2007
KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Pertama, peran serta suami dalam
menghadapi proses pesalinan di Desa Jepat Lor diantaranya adalah harus
mempersiapkan dana yang ekstra, memberi waktu yang luang untuk selalu
bersama pada ibu hamil, sehingga ibu hamil bisa merasa bahagia. Kedua,,
tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan berada
pada rentang kecemasan ringan seperti : kepala pusing, mual, muntah dan
bahkan merasakan gerakan janin yang tidak seperti biasanya. Ketiga, ada
hubungan yang sangat bermakna antara peran serta suami dengan tingkat
kecemasan yang dapat membuat perjalanan kehamilan ibu semakin lancar
dan aman sehingga proses persalinan mudah dan dapat meningkatkan
produksi ASI, kesiapan ibu hamil dan hilangnya rasa takut saat menghadapi
persalinan. Keempat, ada pengaruh yang bermakna antara peran serta suami
terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan
di Desa Jepat Lor Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.
.JURNAL KESEHATAN SURYA MEDIKA YOGYAKARTA
http://www.skripsistikes.wordpress.com
DAFTAR PUSTAKA
Kaplan & Saddok, 1997, Modern Synopsis Of Comprehensive Text Book Of
Psychiatry, 4 Ed, USA: Williams & Wilkins Comp. Baltimore.
Moleong, Lexy. J., 2005, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT REMAJA
ROSDAKARYA.
Musbikin, Imam, 2005, Panduan Bagi Ibu Hamil & Melahirkan, Yogyakarta:
MITRA PUSTAKA.
Ramalah, Savitri. 2003, KECEMASAN. Jakarta, Pustaka Populer Obor.
Seri Kehamilan, 2006 “9 Bulan Yang Menakjubkan”, Makalah Ayahbunda. 29
November Hal 8-19, 32-33, 42-43, 56, 73, 95-98.
Sinta, W. 2006, Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, vol. 3 pp 12-13 Jakarta
Stoppart. Miriam. 2002, Panduan Mempersiapkan Kehamilan Dan Kelahiran,
Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Stuart & Sundeen., 1998, Principles And Prctice Of Psyehiatric Nursing Sixth
Edition. Toronto : CV Mosby CO.
Sugiyono, 2006. Statistik Untuk Penelitian, Bandung : CV ALFA BETA.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s